BeritaNasional

Menaker Resmikan Workshop Kendaraan Listrik dan Buka Pelatihan Tahap II di BBPVP Bekasi

178
×

Menaker Resmikan Workshop Kendaraan Listrik dan Buka Pelatihan Tahap II di BBPVP Bekasi

Sebarkan artikel ini
Menaker Resmikan Workshop Kendaraan Listrik dan Buka Pelatihan Tahap II di BBPVP Bekasi

Bekasi — Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, meresmikan Workshop Kejuruan Otomotif – Electric Vehicle (EV) serta membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap II Tahun 2025 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jawa Barat, Rabu (16/7/2025).

Program ini merupakan hasil kerja sama strategis antara Kemenaker dan PT Chery Sales Indonesia, guna memperkuat pengembangan SDM sektor kendaraan listrik (EV) yang kompeten dan siap kerja.

Kolaborasi Pemerintah dan Industri EV

Peresmian ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) dan PT Chery. Kerja sama ini mencakup penyusunan kurikulum, penyediaan instruktur dan fasilitas, serta pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi di bidang otomotif dan elektronika.

“Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri kendaraan listrik. Namun, tanpa kesiapan SDM yang kompeten dan adaptif, seluruh potensi itu akan sia-sia,” ujar Yassierli.

SDM Unggul Jadi Kunci Ekonomi Hijau

Menaker menegaskan bahwa kualitas tenaga kerja harus ditingkatkan agar mampu mengikuti perkembangan industri EV yang tengah tumbuh pesat. Ia menyebut kolaborasi seperti ini sebagai respons atas mismatch keterampilan dan kebutuhan industri.

“Dengan dukungan berbagai pihak, kami yakin pelatihan ini tidak hanya menjadi solusi atas pengangguran, tetapi juga menjadi pintu masuk menuju masa depan ketenagakerjaan yang berkelanjutan dan inklusif,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi komitmen PT Chery dalam mendukung pelatihan vokasi nasional. Menurutnya, kerja sama ini memiliki dampak jangka panjang bagi penguatan tenaga kerja lokal dan pembangunan ekosistem industri otomotif berbasis energi bersih.

Pelatihan Inklusif Berbasis Industri

Dirjen Binalavotas, Agung Nur Rohmad, menyebut pelatihan ini sebagai bentuk konkret sinergi antara pemerintah dan dunia usaha, khususnya dalam penyelarasan kurikulum pelatihan dengan kebutuhan nyata dunia kerja.

“Tantangan utama kita saat ini adalah memastikan lulusan pelatihan vokasi benar-benar memiliki keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja,” ujarnya.

EV Dominasi Pasar Otomotif, Upskilling Jadi Solusi

President Director PT Chery Sales Indonesia, Zheng Shuo, menambahkan bahwa transisi energi di sektor otomotif memerlukan pelatihan yang tepat agar para teknisi dapat menyesuaikan diri secara cepat.

“Teknisi mobil konvensional hanya membutuhkan waktu 1 hingga 2 minggu untuk beradaptasi menjadi teknisi kendaraan listrik, asalkan mengikuti pelatihan yang tepat,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *